Isi Artikel Utama
Abstrak
Penyakit Tuberkulosis sangat memerlukan kepatuhan yang tinggi dan terjadinya ketidakpatuhan terhadap pengobatan akan mengakibatkan tingginya angka kegagalan pengobatan penderita TB paru, sehingga akan meningkatkan resiko kesakitan, kematian, dan menyebabkan semakin banyak ditemukan penderita TB paru dengan Basil Tahan Asam (BTA) yang resisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat, hasil BTA, dan kenaikan berat badan pada pasien Tuberkulosis fase intensif. di Puskesmas Bandarharjo Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan metode pill count. Hasil penelitian dengan 19 responden pasien TB fase intensif di dapatkan 17 pasien patuh dan 2 pasien tidak patuh. Hasil sputum BTA seluruh responden negatif di bulan ke-2, dan berat badan seluruh responden naik. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien tuberkulosis fase intensif di Puskesmas Bandarharjo memiliki kepatuhan rata-rata 91,8±14,5 yaitu 17 dari 19 responden dinyatakan patuh dengan metode Pill Count. Seluruh responden mendapat hasil BTA negatif dan kenaikan berat badan pada akhir fase intensif.
Rincian Artikel
##submission.license.cc.by4.footer##
##submission.howToCite##
Farroh Bintang Sabiti, Nisa Febrinasari, Nisa Febrinasari, & Isfandiari Aulia. (2021). Kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis fase intensif terhadap perubahan nilai sputum BTA dan berat badan di Puskesmas Bandarharjo Semarang. BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH, 5(1), 31-38. https://doi.org/10.51817/bjp.v5i1.375
##submission.howToCite.downloadCitation##
##plugins.generic.citationStyleLanguage.download.ris##
##plugins.generic.citationStyleLanguage.download.bibtex##