Main Article Content

Abstract

ABSTRAK

Pola kebiasaan perilaku mahasiswa putra yang kurang peduli dan sering mengabaikan perilaku hidup bersih dan sehat serta kebiasaan mahasiswa putra yang memakai alat makan, alat mandi dan alat pribadi secara bergantian, sehingga bisa menjadi salah satu faktor utama dalam pencemaran virus Hepatitis B, oleh karena itu peneliti merasa perlu melakukan penelitian mengenai gambaran hasil pemeriksaan HBsAg pada mahasiswa putra di asrama Wasaka 1 UNLAM Banjarbaru tahun 2015 guna untuk mengetahui perjalanan infeksi virus Hepatitis B. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HBsAg pada mahasiswa putra di asrama Wasaka 1 UNLAM Banjarbaru tahun 2015, yang kemudian hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber masukan bagi penghuni asrama Wasaka 1. Jenis penelitian ini menggunakan metode Survey Deskriptif dengan sampel responden yaitu mahasiswa putra di asrama Wasaka 1 UNLAM yang diambil secara Total Sampling. Data primer yang diambil adalah serum, yang kemudian diuji dengan strip test, sedangkan data sekunder menggunakan kuisioner. Hasil kemudian diolah dan dinyatakan dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 22 sampel didapatkan hasil 100% negatif Hepatitis B. Dari hasil kuisioner 54,5% responden memiliki pola kebiasaan dan prilaku kurang baik namun 45,5% responden memiliki pola kebiasaan dan prilaku yang mengarah ke kebiasaan dan perilaku yang lebih baik. Berdasarkan hasil pemeriksaan HBsAg, seluruh mahasiswa putra di asrama Wasaka 1 UNLAM Banjarbaru pada bulan April tahun 2015 tidak ada yang terinfeksi virus Hepatitis B. Saran bagi penelitian lebih lanjut agar melakukan penelitian pemeriksaan HBsAg pada mahasiswa di asrama Wasaka 2 atau 3, dan juga bisa pada mahasiswa penghuni kost-kostan.

Kata kunci : HBsAg, Mahasiswa Putra Asrama Wasaka 1

Article Details

References

  1. Amtarina, Rina, et al, 2009. Faktor Risiko Hepatitis B Pada Tenaga Kesehatan Kota Pekanbaru. Majalah Kedokteran Bandung.
  2. Arief, S, 2012. Hepatitis Virus. In : Juffrie, M., et al, ed. Buku Ajar Gastroenterologi - Hepatologi. 3rd ed. Jakarta : IDAI, 285 – 305.
  3. Bratawidjaja, 2004. Imunologi Dasar, Edisi 6. Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
  4. Dahlan SM, 2009. Penelitian Diagnostik. Salemba Medika, Jakarta, hlm.4-73.
  5. Dalimartha, 2004, Pengembangan Sistem Informasi Pekan imunisasi Nasional Berbasis Infirmasi, Tesis, Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Semarang.
  6. Dariyo, A. 2003. Psikologi Perkembangan Dewasa, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
  7. Darwis, Y, dkk, 2005. Pedoman Pemeriksaan klinik. Departemen Kesehatan, Jakarta.
  8. Ghanaei, R. M, Joukar, F, Souti, F, & Roushan, Z. A, 2013. Know ledge and Attitude of Medical Students Toward Hepatitis B and C Infections. International Journal of Clinical and Experimental Medicine, 6 (3):197-205.
  9. Gandasoebrata R, 2013, Penuntun Laboratorium Klinik, Edisi 5, Dian Rakyat, Jakarta.
  10. Hardjoeno.H, 2007. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin, Makasar.
  11. Hasan, 2005. Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik infereansif), Bumi Aksara, Jakarta.
  12. HerlockS, Dooley J. Patogenesis Virus Hepatitis B. Jurnal Sains Medika, London Blackwell, 2005.
  13. Liaw, Yun - Fan, et al. Asian Pacific consensus statement on the management of chronic hepatitis B, Journal of Health Science, 6.17 (2012).
  14. Loh, K. Y, & Kew, S.T, 2006. Hepatitis B Infection: What the Primary Care Doctors Should Know. Jurnal Sains Medika,1(1): 8-10.
  15. Lubis, R. D, 2008. Sexually Transmitted Hepatitis B. Journal of Health Science, Medan.
  16. Misnadiarly, 2007. Mengenal, Menanggulangi, Mencegah Dan Mengobati Penyakit Hati (Liver) Edisi 1 . Pustaka Obor Populer. Jakarta.
  17. Mustofa S, Kurniawaty E. 2013. Manajemen gangguan saluran cerna : Panduan Bagi dokter umum. Bandar Lampung: Aura Printing & Publishing. hlm.272.
  18. Notoatmodjo Soekidjo, 2005. Edisi revisi : Metode Penelitia Kesehatan. Renika Cipta, Jakarta.
  19. Sacher RA, Mc Pherson RA, 2008. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Ed.11. Jakarta.
  20. Suharjo, J.B, 2006. Diagnosis dan Manajemen Hepatitis B Kronis. Bogor. IPB
  21. Surya Putu, 2011. Penularan Vertikal Virus Hepatitis B dan Pencegahannya, Cermin Dunia Kedokteran, Bali.